Crt Yong Dollah

SELAMAT DATANG DI WISATA BENGKALIS

Abdullah Bin Endong Alias Young Dolah

Young Dolah

Young Dolah atau yang nama aslinya adalah Abullah Bin Endong merupakan seniman berasal dari Bengkalis, cerita yang didapatinya bersal dari pengalam – pengalaman pribadinya, yang penuh khayalan, lelucon dan kekonyolan. Sosok Yong Dolah selalu pembual  yang suka bercerita, tapi yang diceritakan adalah kosong belaka. kisah-kisah yong dolah ini sudah jarang ditemui, karena kurang publikasi dari penerus ke penerus, sehingga cerita – cerita Yong Dolah ini hilang satu – persatu.

Dalam ia bercerita Young Dolah sangat pandai berexpresi dan sangat hiperbola sehingga yang mendengar ceritanya bisa membuat kita tertawa terbahak-bahak dengan cerita yang dibawakannya. Yong Dolah bercerita tidak mengenal batas waktu bahkan tidak menggunakan bahan literatur  atau referansi, sehingga ceritanya mengalir begitu saja seperti air tanpa putus, yang pastinya lucu sesuai dengan kepiawaian beliau.
Lagenda Bengkalis ini seakan hilang begitu saja padahal beliau sangat berarti bagi orang Bengkalis, kisah – kisah beliau yang lucu hilang begitu saja, ini di akibatkan kurangnya publikasi dari generasi – kegenerasi sehingga nama beliau tidak harum sebagai budayawan dan sekaligus seniman Bengkali.

Beberapa Kisah – Kisah Yong Dolah

  • Yong Dolah sang Abu Nawas Melayu
  • Yong Dolah Naik Haji
  • Perjalanan yong Dolah ke Negri Ngotjoleria
  • Yong Dolah – Memanjat Patung Liberty 
  • Yong Dolah – Jadi Kapten Kapal Pesiar 
  • Yong Dolah – Orang Riau Ikut Perang Teluk  
  • Linggis dan Tangga Yong Dollah
  • Umpan Daun Yong Dolah
  •  Yong Dolah Dan Piala Dunia
  • Yong Dolah Jadi Kapten Kapal Pesiar

Masih banyak lagi kiasah – kisah sang lagenda Yong Dolah ini, tetapi sayang nya sudah ditemukan lagi, sayang sekali apa bila kisah – kisah Yong Dolah ini hilang begitu saja, dan masih banyak tokoh – tokoh seperti beliau yaitu lebai malang , pak pandir dan lain – lain. Maka dari itu sebagai anak bangsa jangan sampai sejarh – sejarah yang ada di daerah, terutama Indonesia harus di budidayakan dan diceritakan dari generasi ke generasi selanjutmya.

Sumber > Dari Berbagai Artikel
1. Perjalana yong dollah ke Negri Ngotjoleria

Yong Dolah waktu itu pergi ke negri Ngotjoleria tapi harus ke Bukittinggi dari Pekanbaru untuk mengantar belacan. Maka berceritalah si Pembual yang satu ini,,

“Yong naik lori pergi ke Bukittinggi. Pas diatas bukit, Yong nak tengok pemandangan pakai keker..” Yong Dolah memulai bualannya.

“Ape yang nampak Yong?” tanyaku.

“Tenampak Pulau Bengkalis”

“macaaam betul ajo dikau cakap ni Yong, Apo lagi Yong?”

“Haaaa nampak mak lagi menampi beras, Yong pun berteriak : “Maaaaak, kalau dah masak nanti, bilang ke Yong yo maaak !!”

“Alaaahh mak, macam mano nak dengo. Jarak Bukittinggi ke Pulau Bengkalis itu ratusan kilometer lah Yong !!. Ah… Yong ado-ado ajo..” bantahku..

“suko-suko aku lah , , kan aku sedang membual. . .”

“iyoooo pulak,,, “

lalu Yong Dolah tersenyum sambil kentut, DHUUUTTT UUUUTTT !! Dan menghirupnya dalam-dalam, sebab menurutnya “tidak ada kentut yang paling wangi selain kentut kita sendiri”
…..??

***

cerita ini 100% fiktif belaka, bila ada yang tidak setuju dengan pendapat Yong Dolah tentang “kentut”, silahkan buktikan sendiri kebenaranya.😀

belacan=terasi
ado=ada
ajo=saja
dengo=dengar
dikau=engkau
iyo pulak=iya juga
lori=truk
keker=teropong
tenampak=terlihat
yo=ya

2. Panjat pokok kelapo

Waktu tu Yong pergi memancing pakai joran. Joran Yong disentak dimakan ikan sampai Yong tercampak ke dalam air. Ikan terus menarik Yong kesana kemari sampai Yong tersangkut di batu. Yong coba tarik lepas tapi tak nak lepas. Yong ingat ada linggis dekat tangga. Yong ambil lingis, Yong tuil batu. Haaa… lepas.

3. Mancing Ikan

Pergilah Yong memancing. Sekali dimakan ikan, Yong sampai tercampak ke air. Yong ditarik ikan ke dalam air sampai terselit kepala Yong dicelah-celah batu. Yong meronta-ronta, tidak dapat lepas. Yong ingat, Yong ada linggis di rumah. Yong balek mengambil linggis. Yong tuil batu dengan linggis ; lepas.

4. Umpan daun yong dollah

“Oiiiii…atan, dikau nak kemano?”, teriak Nizam dengan logat Bengkalis. Dalam logat Bengkalis, “kemana” menjadi “kemano”. Saat itu aku baru turun tangga sehabis neken Akte Kelahiran sebagai tugasku yang telah selesai diketik. “Woii… dikau ni tereak-tereak aje, ini kantor, bahlul….”, teriakku membalas dengan logat Tanjung Pinang yang banyak menggunakan huruf e lemah. Astaga, aku melarang Nizam teriak, aku malah ikut teriak. Hahahahaha…

“Tak ado do, sini kejaplah”, kata Nizam
“Haaaa…. ape cite?”, tanyaku
“Engkau dengar ni, kau pernah dengar cerita Yong Dollah ngael ikan di Jepang?”, lanjut Nizam
“Lom lah, macam mana pula tu, haaa… cite lah”, sambungku
Maka dia pun bercerita Yong Dollah lagi

Waktu tu khan Yong pergi ke negeri Jepun. Terus ikut orang Jepun tu bekelah dekat kolam ikan. Abis tu orang Jepun tu ngael. Tapi umpannya tak sama seperti kita. Orang Jepun tu pakai umpan daun yang tumbuh dekat situ. Sememang aneh. Orang Jepun tu mengait selai daun, campak ke kolam, aleh-aleh dapat ikan dengan umpan selai daun tu.

Yong pening lalat juga liat orang tu. Yong ambil parang. Yong tebang pohon yang daunnya untuk umpan ikan tu. Lalu Yong letak pohon tu di kolam. Tak lama, Yong angkat pohon tu dari kolam. Haaaaa… Yong pun dapat 10 ton ikan yang makan daun pohon tu. Yong lebih pandai dari orang Jepun tu

5. Cendramata Sepatu Yong dollah

Yong Dollah waktu tu berangkat dari Bengkalis ke Singapore nak jual arang naik pompong. Laut teduh belinyang, tak bergelombang. Pas tengah selat Melaka, Yong keker, tenampak sebiji tong besar. Yong suruh kelasi dempetkan pompong ke tong besar tu dan naikkan ke atas dek. Yong buka. Alaaaaahhhh mak, isinya sepatu sebelah kiri semua. Yong suruh kelasi buang tong tu.

Pompong jalan lagi, selang 1 jam, ketemu tong besar lagi. Yong suruh kelasi naikkan tong ke dek. Yong buka. Alaaaaah mak, isinya sepatu sebelah kanan semua. Kalaulah tong pertama tadi Yong bawa, penduduk Bengkalis bakal dapat cendera mata sepatu buatan Jepang lah.

Itulah Yong tak nak simpan dulu sepatu belah kiri. Kalau disimpannya tentu dapat sepatu banyak buatan Jepang. Ah… dasar Yong. Tapi coba bayangkan besarnya tong tersebut, sepatu dalam tong tersebut bisa untuk semua penduduk Bengkalis. Haaaaaaa….

6. Bermain Bola samo Yong dollah
Yong waktu tu nak olahraga juga. Yong pergi ke lapangan bola nak main bola kaki sama orang besar. Puas Yong lari sana lari sini nak rebut bola, tak dapat-dapat. Yong asyik kena kilik-kilik lawan terus. Yong pun tak dapat opor dari kawan. Pas Yong dapat bola, itu pun kena rebut lawan. Yong meradang. Yong tangkap bola tu pakai tangan. Yong tendang bola tu ke atas. Lalu Yong balek ke rumah. Yong lapar, lalu Yong makan. Abis makan, Yong ke lapangan lagi. Sampai di lapangan, bola tadi yang Yong tendang pun baru turun dari langit.
7. yong Jadi Imam

Kala masa itu, Yong pergi ke surau nak shalat maghrib. Imam tak datang. Terpaksalah Yong jadi imam. Rakaat 1 dan 2 pun selesai. Masuk ke rakaat ke-3. Pada sujud terakhir, Yong agak lambat bangkit. Abis bangkit ke duduk, baca syahadat, basikan sikit waktu, lalu baca salam lêkom kanan dan kiri.

Pas nak balêk, ada aral sedikit hari hujan. Saat itu Bengkalis lagi musim hujan. Maka Yong dan kawan lainnya yang jadi makmum pun duduk sebentar. Alêh-alêh, ada yang bertanya, “Yong ngape ngentam lambat sangat bangkit dari sujud terakhir tadi?”.
“Yong tadi terdengar anak ayam teciap-ciap. Ciap pertama tak sama dengan ciap kedua dan ciap selanjutnya. Yong itung ada 10 ciap”.
“Haaaaa… Yong itung ciap ayam waktu sujud tadi?”
“Ye”.
“Astaga… ulang balêk shalat maghrib semua. Tak sempurna semayang kite. Cepat sikit, nanti abis waktu maghribnya”.

Haaa… itulah kalo tak konsen sama shalat. Ulang lagi lah.

8. Yong nak keker

Yong waktu tu pergi ke Bukittinggi dari Pekanbaru melewati Bukit Barisan. Yong naik lori pergi kesana. Pas diatas bukit, Yong nak melihat pakai keker.

“Ape yang nampak Yong?”
“Tenampak Pulau Bengkalis”
“Ape lagi Yong?”
“Haaaa nampak mak lagi menampi beras”
“Lalu”
Yong pun berteriak :
“Maaaaak, kalau dah masak nanti, bilang ke Yong ye!”

alaaahh mak, macam mane nak dengar. Jarak Bukit Barisan ke Pulau Bengkalis itu sekitar 400 km.
Ah… Yong ade-ade aje.
9. Jadi Kapten Kapal Pesiar

” Katanya yung pernah menjadi Kapten Kapal pesiar .” ” Ah! Usahlah di besar-besarkan pengalaman yang tak seberapo tu. Dari kecil yung sudah terbiasa dilaut, maka pekerjaan menjadi kapten kapal pesiar bukan dapat di banggakan, sama saja kapal pompong pergi menjaring kapal ke tengah laut.” ” Berapa lama Yung menjadi kapten kapal pesiar tu?” ” Tak lamo do kiro-kiro dua puluh lima tahunlah.” ” Kira-kira berapa banyak pekerja yang menjadi anak buah yung tu?”. ” banyak tu memag tak banyak, tapi kalau bilis satu goni dibagi-bagikan kepado anak buah kapal, paling dapat satu ekor satu orang kadang-kadang ado jugo yang cumo dapat kepalo.” ” sepertinya besar sekali kapal tu, yung?” ” Taklah beso betul, tapi kalau kito bejalan dari pangkal ke ujung,basi nasik tu baru kito sampai, dekatkan?”” Aduh,kalau begitu tentu tinggi kapal yung tu?” ” Tinggi apo lak.cumo anak yung pernah berak dari atas kapal, kering taik tu baru jejak kebawah. Kan tak tinggi tu belum sampai ke langit.” ” Sewaktu yung menjadi oarang nomor satu di kapal tu, pengalaman apa yang paling berkesan?” ” Aduh pengalaman apo agaknyo? ( Yung Dolah berfikir sejenak untuk mengingat – ingat ) o…yo ado…ado. Begini ceritonyo.Ketika kapal berlabuh dilaut Francis, Yung pun ingin membuktikan kato orang – orang bahwa di laut Francis ni banyak ikan paus.” Untuk membuktikan yung keluarkan peralatan mengail, setelah semua peralatan mengail yung keluarkan, Yungpun bersiap-siap ketepi kapal hendak mengail,Tapi baru duo langkah Yung pun teringat bekal yang Yung siapkan dari Bengkalis. Miko tau apo umpannyo? Tentu miko tak tau sebab yung belum beri tau lagi.Yung ni suko makan tumes belacan, jadi kemano yung berangkat, belacan tak lupo do. Supayo tu tahan lamo belacan tu yung simpan dalam peti sejuk dalam kamar yung. Belacan tulah yang yung jadikan umpan mengail di laut Francis. Setelah semuo nyo ado barulah yung tenang mengail. Lemparan pertamo, kail Yung langsung di sembo ikan. Tapi sayang belumpun naik ikan paus itu pun lepas. Tapi yung tak putus Aso. Yung lempo lagi kail Yung banyak pengail Francis yang kenal Yung dan mereka minta tanda tangan.” “Apa sebab minta tandatangan Yung?” “Miko pasti tak tau ? Yung inikan juara dunia mengail. Itulah, miko tak banyak baco buku sejarah, jadi orang lain yang tau kehebatan orang awak.” ” Balik kemengail tadi yung, ikan apa yang yung dapat?”” Oh yo lupo pulak. Yung duduk sambil menghisap rokok Kisaran yang Yung bawak dari bengkalis. Tengah sedap merokok, tiba-tiba kail yung di renggut ikan mak…mak, tak tanggung -tanggung bertanyo, dengan cepat Yung rentap tali kail Yung, ikan itu merentang ke kiri ke kanan, tapi yung tak habis akal, Yung bio dulu setelah meraso ikan itu dah agak lemah baru Yung tarik. Tapi yung tak sanggup menarik ikan itu, berat betul lama yung berfikir, macam mana nak menariknyo.tiba-tiba yung teringat bahwa yung inikan kapten kapal.Untuk itulah Yung panggil seluruh pekerja kapal agar membantu Yung menarik ikan tu, setelah semua berkumpul,Yung suruhlah semua menarik ikan itu keatas, tapi belum jugo ikan itu dapat di tarik ke atas.Pening kepalo yung memikirkan.Ketiko Yung tengah berfikir, anak buah Yung dari Kamboja agar menggunakan Kren pengangkat peti kemas untuk mengangkat ikan itu. Yung berfikir sejenak,dalam hati Yung bercakap “”agus jugo saran budak Kemboja ni.”

Yung suruh pekerja yang menyiapkan kren, tapi tidak jugo ikan itu terangkat. Yung sedikit putus asa ” sebeso apo ikan ni agak ah,” cakap yung dalam hati. Pikir punya pkir,Yung teringat bahwa umpan itu tadi belacan, mungkin dengan membako belacan ikan itu akan timbul.”” Jadi yung bakar belacan itu?” ” Tentulah,Yung bako. Setelah yung bako belacan, Yung atriklah tali kail Yung, dan memang ajaib ikan itu tak berat lagi. Pelan-pelan yung angkat, alangkah terkejut karena rupo-ruponya ikan berat macam phonton itu ternyata ikan bilis.” “Setelah Yung tahu ikan bilis, apa Yung buat?”

“Yung terus saja angkat ikan bilis tu. Dan setetlah sampai atas kapal, Yung ambik pisau, Yung belah perut bilis. Bukan main terkejutnyo Yung sebab dalam perut iakn bilis tu ada kapal tenker. Kareno geram betul hati perut Yung,Kapal tengker tu Yung tendang sampai bengkalis .”

10. Yong Dollah Bercerito di sebuah kedai

Yong kabarnya baru pulang jalan jalan ye, dapat hadiah pulak katenya dari thailand.

Betulkah agaknya tu ?

Ha… betul betul betul, yong baru terime dua hadiah dari thailand, aaaah mike nak dengar citonyo,haaaa dengor baik…baik ye.

Hhhhhhhhhhh……………….hari tu yong lagi manjat kelapo,, ketiko yong lagi diatas, yong merasa bupati memanggil yong. Yong harus cepat turun, ketika lihat kebawah tak ade tangga pulak. Yong teriak ama istri yong, tolong ambikan tanggo, rupanya dio lagi mandi. Yong tak pikir panjang, yong turun, yong ambil tanggo, habis tu baru yong turun dari pohon kelapo.

Setelah yong turun dari pohon kelapo, yong langsung kerumah Bupati, ada apo agaknyo,
Sampai di rumah Bupati, ruponyo Bupati dah nunggu, katonyo, yong harus berangkat ke Thailand sekarang jugo, president yang suuruuh untuk mewakili indonesia dalam perlombaan antar negare. Yong tanyo, perlombaan hapo ?, dio bilang berangkat ajolah , nanti ketinggalan kapal.
Yong pulang kerumah, yong suruh istri yong siapkan semua keperluan, setelah itu yong langsung kepelabuhan naik becak.
Sampai di pelabuhan, yong tekejut, ruponya kapal dah berangkat pulo. Apo lah caranya, dari pada ke ntam persiden yong kejor ajolah kapal. Yong terjun kelaut. Yong kejo kapal tu.

Ketika yong berenang ngejo kapal tu, yong lihat di bawah, ado benda hitam panjang. Yong dekati ruponya kapal selam. yong ketok pintunyo, assalamualaikum, dio jawab walaikumsalam, rupanya kapal selam oang bengkalis, yong disuruh masuk, yong bilang mau ke thailand suruh pak president. Akhirnyo dio mau nganto ke sano.

Pendengar : Panjang kapal selam tu, yong ?
Yong dollah : panjang nyo, tak lah panjang sangat, kalau masak nasi dipangkal, basi sampai ke ujung.
Pendengar : Tinggi kapal selam tu, yong ?
Yong dollah : Tingginyo pun….. taklah seberapo tinggi, kalau dikau tebeak dari atas, keing sampai bawah.

Haaaa. Dikau banyak betanyo… dengo ajalah dulu…
Akhirnyo yong sampai di thailand, oang ramai sangat disano. Yong tanyo dimano tempat lomba tu, ruponya di……. Lapangan.. Sampai di lapagan oang dah pada bekumpul, ketika diumumkan rupanya lomba nggangkat kaki gajah.
Kareno yong datang telambat, yong jadi peserta terakhirlah.
Peserta petamo dipanggil, rupoya dari amerika, namonyo superman, di angkatnya kaki gajah, dah kayak oang nak tebeak, kaki gajah tak juga bergerak, akhirnyo dio nyerah.
Kemuidan dari japon. Sumo, diopun nyerah, tak bisa diangkatnya kaki gajah tu.
Setelah semua peserta nyerah, akhirnyo giliran yong yang di panggil.
Dari indonesia, yong dollah kato pembawa acara tu, oang yang nonton ketawo semuo, kerano badan yong yang kurus kecik. Yong tak habis piki, yong kelilingi gajah tu. Yong pandang lamo lamo. Setelah itu yong tegak di belakang nyo, yong pandang, haa ini agaknyo. Yong tegak, yong sentil buah peli gajah. Terkejut gajah tu, teangkat lah kakinyo. Akhirnyo yong menang.

Setelah yong menang perlombaan pertama, ruponya masih ada yang keduo, yaitu menggelang kan kepalo gajah.
Peserta yang tadi , mulai mencoba lagi, tapi tak ado yang bisa, haa…..sekarang tibolah giliran yong. Yong kelilingi lagi gajah tu. Habis yong minta kursi sama panitia. Yong letak kursi kat samping gajah, kat telingonyo, yong naik ke kursi, yong pegang telingo gajah tu, yong bisikan ke dio, gajah…. Gajah…. Kalau ku sentil lagi buah peli dikau mau tak ?.. Gajah tuh tediam dan mengeleng geleng.. dio bilang tak nak. Hhhaaaa akhirnyo yong lagi yang menang. Dah duo kan.

8 comments on “Crt Yong Dollah

  1. MOLEK SEMOLEK_MOLEK NYE..
    Dimane bumi di pijak
    Di situ langet di junjung
    Dimane pon kite berinjak
    Di situ ADAT n BUDAYE kite junjung

    ……………..SUKSES SELALU……………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s