Mati Suri

Kesaksian Warga Bengkalis yang Mati Suri dalam Temu Alumni ESQ ‘Menyaksikan Orang Disiksa dan Ingin Kembali ke Dunia’. Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu.Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri.

Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulithewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. “Terasa malaikat mencabut (nyawa, red) dari kaki kanan saya,” tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah. “Saat di ujung napas, saya berzikir,” ujarnya. “Sungguh sakitnya, Pak, Bu,” ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru.

Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan disekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yangterbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalaimualaikum kepada ruh Aslina. “Malaikat itu besar, kalaumemanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,” ujar Aslina menceritapengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: “siapa Tuhanmu, apaagamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu. ” Ruh Aslinamenjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke alambarzah. “Tak ada teman kecuali amal,” tambah Aslina. Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang tersebut.

Di alam barzah, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang malaikat. Saat ituia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan “Ayah”. “Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya,”tanyanya. Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yangberusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun.Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslinamengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: “Wahai ayah, janji sayatelah sampai.”

Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya berkata kepadaAslina. “Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. ” ruh Aslina punmenjawab. “Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai”.

Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali bahwa alambarzah dan akhirat itu benar-benar ada. “Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,” ujarnya

Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebutmenunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu denganperempuan yang beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Laluruh Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut,disebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. “Siapa kamu?” lalu perempuan itu menjawab.”Akulah (amal) kamu.”

Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalanmenelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa. Disana ia melihat orang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakanbahwa manusia tersebut tidak pernah shalat. Selanjutnya tampak pulaoleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.

Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan,setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, laluberlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yangmenolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orangtersebut adalah orang juga suka membunuh.

Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruhAslina di malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga duamalaikat dan amalnya yang ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba munculsuara orang mengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar. Tiba-tiba adayang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata tasbihyang memiliki biji 99 butir.

Perjalanan berlanjut. Ia lihat tepak tembaga yang sisi-sisinyamengeluarkan cahaya, di belakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Didalam tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnulkhatimah. (Husnul khatimah secara literlek berarti akhir yang baik.Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat)baik,red).

Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW.Dimakam tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak “husnul khatimah” itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya ia melihat cahayaseperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina. “Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan
Allah.”

Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abadberkumpul di satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjaraksekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia ituberkata. “Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah.”Manusia-manusia itu juga memohon. “Tolong kembalikan aku ke dunia, akumau beramal.”

Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saatia mati suri. orang mati suri itu dibawa masuk ke lorong waktu, di sana ia melihat rekaman seluruh apa yang telah ia lakukan selama hidupnya. Dan di akhir pengakuan orang mati suri itu berkata: “Dan aku ingin agar akudapat kembali dan membatalkan semuanya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s